Jika anak Anda pernah menyebut seorang teman yang belum pernah mereka temui langsung, Anda mungkin merasa agak ragu. Itu wajar. Namun pertemanan yang dimulai di game online bisa sama pentingnya dengan pertemanan yang dibuat di sekolah atau di tempat bermain.
Di dalam game, anak-anak bekerja sama. Mereka saling membantu, kadang berbeda pendapat, lalu menyelesaikannya. Seiring waktu, hal seperti ini bisa menjadi pertemanan yang sungguh berarti. Sebuah survei Pew Research tahun 2024 menemukan bahwa hampir setengah remaja AS mengatakan bermain game membantu mereka mendapatkan teman, dengan 47% mengatakan mereka pernah mendapat teman online melalui game yang sama-sama mereka mainkan.
Apa bedanya pertemanan online
Pertemanan online memang berjalan sedikit berbeda. Anak-anak cenderung terhubung lewat minat yang sama, bukan karena tempat tinggal atau sekolah yang sama. Bagi sebagian anak, terutama yang merasa sulit menyesuaikan diri di lingkungan sekitar, ini bisa sangat membantu. Banyak komunikasinya juga berbasis teks, yang sebenarnya bisa membantu anak-anak yang kesulitan berbicara langsung. Mereka punya waktu sejenak untuk berpikir sebelum membalas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
Seperti pertemanan apa pun, pertemanan online tetap membutuhkan pendampingan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika teman online meminta anak Anda merahasiakan percakapan, atau meminta informasi pribadi seperti nama sekolah atau alamat, itu perlu diwaspadai. Begitu juga dengan siapa pun yang mencoba memindahkan percakapan ke platform lain, atau membuat anak Anda merasa tidak nyaman. Ini adalah tanda peringatan yang sama seperti dalam pertemanan lainnya. Hal itu tidak berubah hanya karena terjadi secara online.
Yang bisa Anda lakukan
Hal yang paling membantu adalah menunjukkan ketertarikan. Tanyakan kepada anak Anda dengan siapa mereka bermain, sama seperti Anda menanyakan hari mereka di sekolah. Jika mereka merasa Anda menganggap pertemanan mereka serius, mereka jauh lebih mungkin bercerita kepada Anda. Mengatakan bahwa teman online mereka bukan teman sungguhan kemungkinan besar adalah cara tercepat untuk membuat mereka berhenti berbagi cerita dengan Anda.
Menetapkan beberapa batasan itu wajar. Misalnya menjaga percakapan tetap di dalam game dan tidak membagikan detail pribadi. Hal-hal seperti itu. Namun meminta mereka berhenti berbicara dengan orang secara online sama sekali adalah hal yang berbeda, dan biasanya lebih banyak merugikan daripada membantu.
Jika ada kesempatan, cobalah bermain game bersama anak Anda sesekali. Anda akan melihat bagaimana pertemanan ini berjalan, dan setelah itu mungkin semuanya akan lebih mudah dipahami.
Anak-anak saat ini memiliki lingkar sosial yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Itu bukan hal buruk. Pertemanan online melibatkan keterampilan yang sama seperti pertemanan lainnya — bersikap baik, setia, dan belajar berkompromi. Hal paling membantu yang bisa Anda lakukan adalah tetap terlibat dan memperlakukan pertemanan ini dengan rasa hormat yang sama seperti anak Anda.